Ku lihat bintang-bintang
tersenyum saksikan kau merekah
sang kumbang datang hap.. hap.. hinggap perlahan
bunganya merekah, berkembang-kembang
Warnamu merah, merah
semerah danau di Katumiri
aku melangkah tu, wa, ga, mendekati
betapa indahnya, ku suka..
Detik-detik waktuku kian berlalu
tak jemu aku memandangnya
detak-detak jantungku, berdenyut s'lalu
ku jatuh hati memetiknya
Azalia kau bunga yang ku cinta...
Azaliaku.. Azaliaku..
Azalia kau bunga.. yang ku cinta........
By : Ali Sastra, Azalia
Senin, 18 November 2013
Terpukau...
Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Hanya dia yang membuat aku terpukau...
By : Astrid , Terpukau
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Hanya dia yang membuat aku terpukau...
By : Astrid , Terpukau
Senin, 04 November 2013
PUISI UNTUK IBU
Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani
DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku
Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu :)
Minggu, 03 November 2013
"Ibuku sayang"
Cintamu, yaitu sinar yang menerangi
Tiap-tiap kegelapan didunia fana ini.
Kehadiranmu, demikian bernilai,
Berarti serta bermakna.
Ibuku yang cantik...
Tiada hari yang kujalani,
Tanpa sedetik lalu tidak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yang tidak capek merawatku,
Yang tidak jemu menasehatiku,
Serta tidak henti menyangiku, spanjang usiamu.
Terima kasih ibu...
Telah menghiasi kehidupanku didunia fana ini,
Dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
Terima kasih ibu…
Sudah menjagaku sampai saat ini.
Terima kasih ibu...
Engkau senantiasa ada untukku.
Ibuku yg baik...
Maafkan saya, bila dulu melukai perasaanmu.
Maafkan saya, senantiasa mengecewakanmu.
Maafkan saya, anakmu ini.
Ibu...
Sinar cintamu, senantiasa ku kelak.
Apalagi sampai saya mati.
Serta cintamu kan terus bercahaya di hati,
Kekal serta abadi.
Rabu, 16 Oktober 2013
Makna Idul Adha
Selain Idul Fitri yang menyiratkan makna Hari Kemenangan, umat Islam
juga merayakan hari raya kurban atau Idul Adha. Pada hari ini, salah
satu perintah Allah SWT adalah menyembelih hewan kurban berupa kambing
atau sapi. Tapi, apa sih makna Idul Adha buat kamu?
Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.
Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.
Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.
Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.
Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.
Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.
Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.
Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.
Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.
Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.
Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Nyaman Dengan Hijab
Hijab atau kerudung adalah pakaian yang diwajibkan bagi muslimah.
Bukan sekedar penutup kepala, namun Hijab yang dikenakan harus sesuai
dengan syariah. Yaitu Hijab yang menutupi tubuh hingga bagian dada dan
tidak transparan. Begitupun dengan busananya, harus dihindari pakaian
yang ketat dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Sebagaimana firman
Allah swt: Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka
mengulurkan Hijabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Qs. Al Ahzab: 59)
Memakai Hijab tidaklah merepotkan. Meski iklim tropis di Indonesia membuat cuaca cenderung panas, namun tak akan menyurutkan niat seorang muslimah yang taat untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Untuk itu, berikut ini tips-tips agar para muslimah tetap nyaman dan cantik dalam aktivitas sehari-sehari dengan Berhijab...
Memakai Hijab tidaklah merepotkan. Meski iklim tropis di Indonesia membuat cuaca cenderung panas, namun tak akan menyurutkan niat seorang muslimah yang taat untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Untuk itu, berikut ini tips-tips agar para muslimah tetap nyaman dan cantik dalam aktivitas sehari-sehari dengan Berhijab...
- Pilihlah Hijab dengan bahan yang ringan, tidak panas, serta bentuk yang praktis supaya tetap merasa adem dan tidak repot.
- Agar rambut tidak nampak/keluar ataupun Hijab yang dikenakan tipis, gunakan kerudung dalaman. Bisa juga menggunakan bandana. Untuk kerudung dalaman, bisa disesuaikan warnanya dengan Hijab luar.
- Jika ingin memakai bergo/Hijab langsung, gunakan yang sesuai dengan bentuk wajah. Sebaiknya diperhatikan jenis bergo/Hijab langsung, yaitu harus tetap yang lebar dan panjang hingga dada.
- Gunakan Hijab sesuai dengan acara yang hendak dihadiri. Bila hendak bekerja ataupun pemakaian sehari-hari, bisa dengan Hijab sederhana tanpa aksesoris yang berlebihan.
- Agar tetap cantik, warna Hijab dapat disesuaikan dengan warna busana, atau juga dengan warna yang senada...:)
Kamis, 10 Oktober 2013
Tips menghadapi teman yang egois...
Tips
menghadapi teman yang egois...
Kamu pasti nggak suka kan kalau punya teman, atau
sahabat yang memiliki sifat yang selalu ingin menang sendiri? Atau istilah
sayanya ETT, alias egois tingkat tinggi.
Kamu selalu diminta untuk bisa
memenuhi keinginannya, sehingga secara perlahan akan timbul sebuah
perasaan
terintimidasi (halah, bahasanya bener nggak sih?!). Kemudian setelah kamu akan
merasakan hal tersebut, akhirnya persahabatan kamu berujung dengan kehancuran.
Kenapa?
Karena kamu sudah tidak lagi merasa nyaman ketika dekat/bersamanya,
sehingga (biasanya) kita akan cenderung menjaga jarak dengannya karena dia
selalu ingin menang sendiri.
Tapi sebelumnya perlu disadari juga bahwa setiap orang
memiliki sifat egois, saya sendiri pun mengakui bahwa saya adalah orang yang
egois. Namun sifat egois itu kadarnya dari masing-masing individu
berbeda-beda. Dan kalau sudah kelewatan, itu justru menjadi hal yang tidak
diinginkan bagi teman, sahabat, atau siapapun yang menjalin hubungan dengan
kita.
Bagi kamu yang punya teman tapi memiliki sifat egois
yang menurut kamu sudah tidak wajar lagi, saya yakin jika kamu tidak
berjiwa besar dan menerima apa adanya dari sifat egois yang dimilikinya, pasti
kamu akan merasa tidak nyaman ketika bersamanya. Atau, bisa jadi kamu langsung
menjaga jarak dengannya. Berbeda halnya jika kamu merasa bahwa dia adalah
sahabat kamu, pastinya kamu akan berusaha untuk memberikan perubahan kepada
teman kamu itu agar bisa mengurangi keegoisannya dan menjadi lebih baik lagi
dari sebelumnya. So, kalau kamu memang ingin melakukan hal tersebut, kamu bisa
mencoba cara saya tentang bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat
egois. So, check this :
Sabar...:)
>> Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar
menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya
yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar.
Menjadi
cermin baginya
>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk
menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya,
sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu
juga. Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu.
Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan
kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi
permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)
Berikan
kritik dan saran
>> Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati
adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa
tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera
mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat,
berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan
juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah
kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!
Berikan skak
mat!
>> Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah
yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada
di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha
melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia
skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya.
Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya
bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois,
tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan
seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa
selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya...
Langganan:
Postingan (Atom)









